Jumat, 25 Juli 2014

sate lilit

Kuliner.

Ga ada habisnya ngomongin satu kata ini. Ga bulan puasa. Ga bulan purnama. Sekarang saat ga ada bulan pun masih enak aja ngomongin kuliner. Jadi ya, hari ini aku mau reset saat adek ku yang paling ragil (Lanang Sumarjana) praktek masak sate lilit. Katanya sih. Visi satu buat ngebuktiin ke teman2nya kalo dia benar2 orang Bali bukan orang korea. Bisa masak masakan bali lah ya. Visi kedua buat tambahan uang jajan. Bisa buat dijual di sunday morning kampus. Maka misi dia buat uji coba masak sate lilit pun dilancarkan.

Sate lilit itu adalah sejenis penganan yang klasifikasi nya lebih ke lauk. Jadi ya lebih afdol kalo makan nya pake nasi atau lontong. Yang istimewa dari sate lilit adalah rasanya. Bali banget.

Oke

Langsung aja ke TKP

Bahan:

500 gr ikan tuna, dihaluskan dengan garpu. Ikan tuna di pasar besar setengah kilo nya 35rb.
1 sdm bawang merah goreng
Setengah butir kelapa muda. Parut.
Batang bambu sebagai tusuk sate. (Di pasar besar, yang ngejual alat sembahyang bali. Yang banyakan berbahan bambu pasti jual ini tusuk sate)
minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:

12 butir bawang merah
6 butir bawang putih
5 buah cabe merah besar (bisa dikurangi/ditambah sesuai selera)
1 cm kunyit
1cm kencur
2 cm lengkuas
5 butir kemiri yang sudah disangrai
garam secukupnya

Cara membuat:

Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak goreng. Dinginkan sebentar. Capur ikan, bumbu halus, bawang merah goreng, dan kelapa. Aduk rata. Ambil sekepal adonan, lilitkan atau tempelkan pada tusuk sate. Padatkan. Supaya tidak lengket, olesi telapak tangan dengan sedikit minyak goreng. Bisa juga melapisi tangan dengan sarung tangan plastik saat membentuk adonan. Tetap oleskan sedikit minyak pada permukaan plastik. Bakar sate di atas api atau panggangan.

Gampang ya.

Ternyata rasanya juga enak banget. Waw. Ternyata survey juga mengatakan 90% enak(kata ibu2 yang cicipin). Mbak kadek yang orang bali asli dan sering masak pun bilang ini ajaib. Amatir bisa masak sekali dan enak. Apalagi ada efek gosong nya itu.

Good job Nang. Coba kamu masak yang lain nya lagi ya. Kaka tunggu di meja makan.

*claps

Kamis, 24 Juli 2014

baris berbaris

Jalanan mulai macet karena peleton2 pasukan baris berbaris sudah mulai latihan. Melewati jalan umum. Tadi pagi saat pulang dari pasar pun aku terjebak macet. Mulai dari depan RSU sampai setelah togog BB agung. Padat merayap nya kurang lebih 20 menitan. Serba salah mau potong jalan. Terpaksa deh adu kopling di belakang barisan anak2 cewek. Ngeliat semangat anak2 sekolah itu aku jadi ikutan semangat. Eh, tiba2 jadi ke inget waktu SD dulu aku juga pernah ikutan baris berbaris tujuh belasan. Jadi komandan peleton. Beberapa hari sebelum lomba aku sudah menanyakan rute yang akan dilalui. Dan aku sudah wanti2 kepada ibuku untuk selalu ada di beberapa titik dengan membawa teh manis. Ya. Semangat ku selalu kembali setelah minum teh manis. Hehe. Gara2 saking semangat nya ibuku bawa beberapa botol teh manis, sampai lupa membawa kamera. Wah kalau jaman sekarang mungkin anak2 bakalan ngambek kalo tampil ga di foto ya. Secara kan di sekolah mereka sudah ada kurikulum narsis. Hehe.

Jadi komandan peleton barisan itu ternyata tidak mudah bray. Kalau ga konsen bisa salah itung. Seperti aku dulu. Mestinya hitungan nya satu sampai empat. Saat ga konsentrasi aku malah menghitung satu sampai delapan. Dengan gaya hitungan senam SKJ. (Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. _ Dua. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan). Gt. Saat itu aku nyadar2 sendiri ga ada yang ngingetin. Untung pasukan ku tidak protes. Mereka diam saja. Saat aku menoleh kesamping. Kutukupret mata mereka terpejam semua. Kutu nih anak2 masa tidur sambil jalan!

Salah satu ujian yang kami alami saat gerak jalan adalah. Di godain cowok cowok iseng. Saat itu pun kami harus tetap berpandangan ke depan. Tetap fokus dan tidak terpancing emosi. Masalah fokus sih gampang bray. Tapi yang kami tidak tahan adalah bau ketek cowok2 iseng itu. Astaganaga. Cowok2 itu bau ketek nya bikin jalan kami jadi sempoyongan. Mereka ga mandi dari jaman batu kali ya. Akhirnya. Kami pun tidak tahan. Dan muntah berjamaah.

Cerita di godain cowok tidak hanya sekali dua kali aku alamin. Yang paling berkesan saat aku SMP. Saat itu aku berjalan sendiri melewati gerombolan cowok2. Akupun di godain. Mungkin karena aku pakai celana pendek ya. Mereka melihat bagian bawah. Dasar rese. Tiba2 teringat pesan bapak ku. Kalau kamu digodain cowok2, aktinglah jadi cowok. Atau minimal jadi cewe tomboy lah. Maka itu kenapa bapak ku selalu nyaranin rambut ku di potong pendek. Saat itu aku baru menyadari manfaat nya. Akupun akting jalan ala cowok di depan mereka. Di tambah bibirku aku monyongin sambil siul2. Dan yes! Berhasil. Mereka gagal godain. Rasanya pengen meluk bapak ku tanda terimakasih. Akupun berjalan sambil senyum2 gembira.

Besok nya aku ketemu gerombolan itu lagi. Wah. Mata mereka itu melihatku terus dari ujung rambut sampai ujung kaki. Seperti kemarin. Aku akting aja lagi. Sambil siul2 pula. Saat lewat didepan mereka tiba2 mereka serentak teriak. Bencong!!!!awas ada bencong!! Serta merta mereka bubar berlarian. Aku yabg kaget pun ikutan lari. Sampai aku sadar sendiri kalau yang mereka teriakin bencong itu aku. Karena hari itu aku pakai rok. Siaul!!!

Kembali di mobil aku yang penuh belanjaan. Dan pemandangan di depanku yang masih macet. Wah tujuh belas agustus sebentar lagi ternyata. Tapi aku lihat di kanan kiri pinggir jalan bukan nya pada pasang bendera merah putih. Malah pada pasang bendera Jerman. Astagaa. Ckckck.

Semoga semangat merah putih kembali terpancar yah, dalam menyambut hari kemerdekaan sebentar lagi. Dan menyambut Indonesia baru dengan pemimpin baru dan pandangan rakyat Indonesia yang baru juga.

Amin:)

Kamis, 10 Juli 2014

anak2 pengemis

Weh...anak kecil udah di ajarin minta2.
Ga kira2 lg.
Masa barengan lima anak.

Saat di tanya apakah kalian ini tidak sekolah?
Mereka geleng2 trus bilang "eh" trus manggut2.

Kalian ini pengen nggak miskin kan? Mereka geleng2 trus bilang "eh" trus manggut2 kenceng.

Pendidikan itu bisa memutus mata rantai kemiskinan. Biar orang tua yg kerja. Kalian pulang sana belajar. Sekolah.

Yang empat pulang. Satu anak masih melongo.

Kamu cita2nya apa?
"Jadi kasir toko rahayu"
"...." 《ak gantian melongo》

Yoga

Awalnya aku mempunyai gangguan konsentrasi, tidak pedulian, pemarah. Aku mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan aku melakukan sesuatu. Move on. Keburukan itu harus diperbaiki. Pepatah mengatakan pertama sayangi diri
Sendiri.

Aku mencoba dengan olahraga. Masalahnya adalah. Aku tidak suka olahraga. Sampai akhirnya aku mengenal YOGA. Yang tidak hanya sekedar olahraga. Tapi juga olah pikiran.

Aku mulai memperluas pengetahuan seputarnya lewat komunitas blog dalam dan luar negeri. Perkembangan terbarunya. Dan lain lain.

Fell in love at first sight. Aku jatuh cinta pada yoga dari pandangan pertama. Yoga membuat aku memahami tubuh ku. Yoga membuat konsentrasi ku meningkat. Yoga membuat emosi ku stabil. Yoga hanya perlu kita rasakan. Butuh ketulusan dan pikiran positif didalam nya. Yoga tidak hanya sekedar olahraga yang ditirukan seperti erobik dan tidak memerlukan alat seperti fitnes.

Saat aku mengajak pasien hamilku menjadi seorang yogis, Alhamdulillah sudah beberapa kasus presbo ataupun sungsang bisa melahirkan dengan presentasi kepala secara spontan.

Aku sangat senang bisa mengenal yoga. Dan menjadikan diriku dan orang2 disekitarku lebih baik dan baik.

Yoga is about Us, God, and Nature. This is very interesting.

Laki- laki

Kenapa suami merasa baik2 saja setelah sepuluh menit yang lalu dia menampar istrinya. Kenapa seorang laki2 bisa menikmati es krim dengan wanita lain sedangkan pacarnya menunggunya satu jam untuk makan siang bersama seperti yang dia janjikan. Kenapa ada nama wanita lain di status bbm nya saat namanya dan tunangan nya sudah dicetak dalam undangan pernikahan. Kenapa bapak bisa tidur nyenyak saat ibu menggendongku setelah aku merengek tengah malam dua puluh tujuh tahun yang lalu.

Wanita.

Laki2 boleh mengatakan hati wanita sedalam samudera. Tapi bagi wanita yang pernah tersakiti oleh laki- laki, laki2 hanyalah seekor ikan. Yang tidak akan bisa hidup tanpa wanita. Tanpa ikan, samudera tetap ada.

Srikandi ini, meskipun terluka, dia tidak akan mengeluarkan air mata. Ambisinya sangat membahayakan. Bibirnya bisa saja tersenyum. Tapi amarah hatinya melebihi panas matahari. Saat dia marah satu kali, hatinya menyayangi berjuta kali.

Tidak ada yang bisa dipercaya dari laki-laki selain satu hal. Yaitu janji nya. Saat wanita mempercayai janji laki-laki, wanita mempertaruhkan nyawanya. Saat laki2 ingkar dari janjinya, wanita kehilangan nyawanya. Tapi hanya beberapa detik. Kemudian dia mendapatkan kekuatan yang lebih dari sebelumnya.

Apa yang wanita harapkan dari seorang laki2?

Tidak ada.

senyum

Dasar kebiasaan mayoritas orang indonesia. Tidak terbiasa tersenyum dengan orang yang tidak dikenal. Membalas senyuman aja keliatan berat banget. Sama2 hidup di dunia apa se yg dicari. Untungnya apa coba membatasi pergaulan dengan mahal senyum.

Bukan salah senyum. Yang salah hanya rasa negatif thinking. Senyum hanya perlu dibalas senyum. only that. and it was enough.

Keep smile:)

Rumah Sakit

Teman ku, Nara vivania(Va Mansy) Yang sedang menanti kelulusannya di Respati Yogyakarta, kemarin mengabarkan kalau dia telah direkrut Rumah Sakit Pusat Rujukan. Tapi dia menolak nya. Saat aku menanyakan kenapa, dia menjawab. Karena karakter teman di Rumah Sakit itu biasanya (relatif) keras.

Hm karakter.

Jadi ingat tahun 2006. Saat aku memulai magang perdana di Rumah Sakit Umum Pandanarang Boyolali. Fresh Graduated. Atau baru saja lulus kuliah. Saat langsung ditempatkan di VK(Verlos Kamer) atau ruang bersalin. Kepala ruangan VK namanya ibu isminarsinah, sangat baik, lembut bahasanya, manis senyumnya, aura nya aku rasa positif2 aja. Begitu juga dengan yang lain nya. Aku merasa nyaman dengan karakter mereka. Memang tidak dipungkiri, karakter masing2 anggota tim mempengaruhi kenyamanan selama bekerja.

Beberapa hari bekerja cuaca di VK ini cerah2 saja. Aku mulai menikmati ritme bekerja dengan tim dan belajar beradaptasi. Kemudian ada suatu kasus pasien melahirkan anak pertama usia kehamilan 38minggu dengan bukaan lengkap ketuban positif dan presentasi bokong. (Presentasi bokong memerlukan dorongan tenaga baik manipulasi maupun tenaga mengedan dari ibu yang harus super kuat agar kepala lahir dengan sangat cepat untuk menghindari gawat janin). Ibu itu bertato garuda di atas pantatnya dan tato sebuah nama melingkar di lengan kanan nya. Melihat ibu ini cukup sangar, jadi kami pikir pasti mempunyai tenaga ekstra buat mengedan. dengan koordinasi residen obsgyn kami pun memasang infus beroksi dua jalur. Dan siap dengan resusitasi bayi.

Tapi tidak seperti dugaan kami. Saat datang kontraksi, ibu itu berteriak sekuat tenaga nya. Matanya melotot lidah nya terjulur. Dia menutup kedua kakinya. Mengeluarkan kata2 kasar dan mengatakan ingin operasi saja. aku membujuknya untuk membuka paha dan mengedan tapi. Dia makin bringas menjambak rambutnya sendiri dan mencabut satu infus. (Persis adegan sinetron).

"Sakiiiiitttt.....aaarghhhhhhh.....setannn kabeh!!!"

"Astaghfirullah bu, ayo tolong bayinya, ngeden yang kuat. Nanti saat keluar pasti sakitnya akan hilang. Kalau ibu sayang sama anak ibu harus nurut kita ya."

Begitu kata lembut mbak khusnul bidan yg ternyata setelah itu baju sterilnya di hujani ludahan2 ibu2 itu. Kata2 kasar kembali keluar dari mulutnya. Dan tetap tidak mau tenang. Residen obsgyn memilih dengan paksaan dan bantuan keluarga tetapi tetap tidak efektif.

Kemudian salah satu menelepon seseorang. Ibu siti Zulaikah. Bidan ini terkenal sekali "macan" nya VK. Bahkan teman2nya sangat mengakui kekerasan hatinya. Baik pergaulan maupun dengan pasien.

"Pasien seperti ibu ini rupanya perlu dirujuk ke siti Zulaikah"
Kata kepala VK ku.

Benar saja saat datang, dengan pakaian steril lengkap dan masker, bu Zul datang.

"Mana yang namanya Murti????"

"ini!!" Serentak kita menunjuk pasien brutal itu.

"MURTI!!saya preman diruangan ini! kamu berani lawan saya?" Kata bu zul dg marah
Pasien itu malah teriak dan menendang alat bersalin yang ada disebelahnya.

"Kalau bayimu mati di dalam, kamu siap mati juga? Hukum berjalan disini! Kamu jangan sesuka hati begitu! Bayimu ada hak hidup. Kalau bisa teriak seperti kamu mungkin bayi mu akan teriak2 minta tolong di dalam perutmu! Kalau ibumu dulu waktu lairan ogah ngedan juga, kamu ga bakalan hidup!
Pokoknya kalau masih saja kamu keras kepala sampai bayimu mati, kami akan laporkan kamu ke komnas HAM dan polisi. Habiskan sisa hidupmu dipenjara! Kamu baru pantas dipanggil ibu kalau bayimu lahir hidup dan selamat!" Kata2 bu zul tidak ada jeda dengan mata melotot dan berkacak pinggang.

Aku yang melihat pemandangan baru itu jadi ikutan melotot juga.

Tapi alhamdulillah setelah itu pasien itu pantas dipanggil ibu karena telah melahirkan bayi mungil yang cantik dengan selamat.

Ternyata karakter keras seperti bu Zul sangat dibutuhkan dalam kerja sama tim. Karakter manusia itu bermacam macam. Menurutku justru kita yang harus memahami karakter kita agar bisa disesuaikan dengan karakter orang lain.

Nara yang mendengar ceritaku jadi semangat buat mencari pengalaman dan mempertimbangkan RS.

Selain mendapatkan pendidikan karakter, kasus pasien yang kompleks di RS bisa menambah keterampilan yang lebih dibandingkan tempat lain.

Smangat ya Nara:) — at RSU Pandan Arang Boyolali.

Pengalaman sangat berharga. Aku menghargai pengalamanku dengan menulisnya. Selamat membaca:)

Pengalaman sangat berharga. Aku menghargai pengalamanku dengan menulisnya. Selamat membaca:)
:)

selamat datang di blog aku

selamat datang di blog aku
menjadi pribadi yang baik itu banyak efek positif nya:) dan banyak cara ngedapetinnya. selamat mencari:D